Kerajaan Ternate dan Tidore

Kerajaan Ternate dan Tidore terletak di sebelah barat pulau Halmahera, Maluku Utara. Wilayah kekuasaannya meliputi Kepulauan Maluku dan sebagian Papua, Tanah Maluku. Pada abad ke 12 M, permintaan dariEropa akan cengkeh dan pala meningkat pesat. Hal ini menyebabkan dibukanya perkebunan di pulau Buru, Seram, dan Ambon. Untuk kelancaran, maka dibentuklah persekutuan daerah untuk mempermuda dalam perdagangan. Persekutuannya disebut dengan Uli Lima (persekutuan Lima), yakni persekutuan lima saudara yang dipimpin oleh Ternate yang meliputi Obi, Bacan, Seram, dan Ambon. Dan Uli Siwa (persekutuan sembilan) meliputi pulau Tidore, Makyan, Jahilolo atau Halmehera dan pulau-pulau di sekitarnya sampai dengan Papua. 
Persaingan antara kedua persekutuan tersebut sangat tajam. Apalagi setelah bangsa Eropa masuk ke Maluku,bangsa Portugis masuk ke Ternate tahun 1512 dan bangsa Spanyolmasuk ke Tidore tahun 1521. Setelah 10 tahun, bangsa Portugis mendirikan benteng Sao Paolo dengan alas an untuk melindungi Ternate dari Kerajaan Tidore. Pembangunan benteng tersebut mendapatkan perlawanan dari Sultan Hairun. Ia berkuasa di Ternate sebagai sejak tahun 1559, ia tidak ingin perekonomian Ternate dipermainkan oleh Portugis. Penolakan Sultan Hairu membawanya terbunuh di benteng tersebut setelah berniat untuk berunding pada tahun 1570.
Wafatnya Sultan Hairun semakin membuat kebencian rakyat semakin besar,di bawah pimpinan  Sultan Baabulah, ternate melawan Portugis. Pengusiran tersebut berhasil pada tahun 157. Bangsa Portugis bergerak ke Selatan dan menaklukan Timor pada tahun 1578. Sultan Baabullah kemudian memperluas kekusaaannya hingga ke Maluku,Suawesi, Papua, Mindano dan Bima. Keberhasilannya, Sultan mendapatkan julukan Tuan dari Tujuh Pulau Dua Pulau.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar