Kerajaan Demak

 Kerajaan Demak merupakan Kerajaan Islam pertama di Jawa. Didirikan oleh Raden Fatah, kira-kira pada tahun 1518 M. tetapi ada yang mengatakan bahwa Kerajaan Demak didirikan pada tahun 1478 M. bahkan ada yang mengatakan bahwa perintisannya sudah dimulai sejak Maulana Malik Ibrahim, Gresik pada tahun 1414 M. sebagai pendiri kerajaan , Raden Fatah bekerja keras dan melakukan langkah-langkah strategis, antara lain:
1.      Mendirikan masjid Agung Demak.
2.  Mengadakan dakwah dan perluasan daerah Islam. Raden Fatah berusaha mengislamkan kerajaan Majapahit dengan jalan damai, dan ia berhasil mematahkan serangan Raja Giriwardahna dari Keiri pada tahun 1486 M.
3.  Menyerbu bangsa Portugis di Malaka pada tahun 1521 M dengan mengirim pasukan dipimpin oleh putranya , Adipati Yunus. Karena Malaka sejak tahun 1511 M sudah dikuasai oleh Portugis.
Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Demak meliputi Jepara, Tuban, Sedayu, Palembang, Jambi, dan beberapa daerah di Kalimantan. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511. Peristiwa tersebut mandorong Raden Fatah untuk membebaskan Malaka dari jeratan Portugis. Kemudian ia mengirim putranya, Pati Unus untuk menyerang Portugis di Malaka tetapi usaha tersebut gagal sampai Raden Fatah wafat tahun 1518.
Adipati Yunus dalah putra dari Raden Fatah yang menggantikan dirinya sebagai raja Demak. Adipati Yunus memerinah tahun 1518-1521 M. Ia diberi gelar Pangeran Saberang Lor, artinya pengeran yang menyebrang ke utara. Hanya 3 tahun berkuasa, Pati Unus wafat, kemudian kerajaan Demak diteruskan oleh saudaranya, yakni Sultan Trenggono.
Sultan Trenggono berkuasa dari tahun 1521-1546. Ia dilantik oleh Sunan Gunung Jati, ia bergelar Sultan Ahmad Abdul Arifin. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Demak mencapai puncak kejayaan dan agama Islam berkembang luas. Untuk memperluas kekuasaannya, Sultan Trenggono mengirim Fatahillah ke Banten. Dalam perjalanannya ke Banten, ia singgah di Cirebon menemui Sayrif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Kemudian bersama Kerajaan Cirebon, Fatahillah dapat menaklukan BAnten dan Pajajaran.
Wafatnya Sultan Trenggono tahun 1546 merupakan kemunduran bagi Kerajaan Demak. Karena di dalam kerajaan sendiri terjadi perebutan kekuasaan antara Sunana Prawoto dengan Arya Penangsang (Bupati Jipang, Bojonegoro). Dalam konflik terssebut, Sunan Prawoto terbunuh. Selain membunuh Sunan Prawoto, Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri. Ambisi untuk menjadi raja, terhalangi oleh Jaka Tingkir, menantu Sultan Trenggono. Ki Gede Pemanahan dan Ki Penjawi. Dalam pertempuran, Arya Penangsang terbunuh sehingga tahta Kerajaan Demak jatuh ke tangan Jaka Tingkir.
Jaka Tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya. Ia memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang. Walaupun sebenarnya telah menjadi kerajaan sendiri, tetapi Pajangtetap mengklaim dirinya sebagai penerus kerajaan Demak. Kemudian sebagai tanda terima kasih kepada Ki Gede Pemanahan diberikan sebuah daerah Perdikan yang disebut Mataram.
Sultan Hadiri digantikan oleh putra Sunan Prawoto, yakni Aria Pangiri. Keputusan tersebut membuat tidak puas, putranya sendiri, Pangeran Benawa. Kemudian ia meminta bantuan kepada Sutawijaya, puttra Ki Ageng Mataram untuk merebut kembali tahta kerajaan Pajang. Pada tahun 1588, Sutawijaya dan Pangeran Benawa berhasil merebut kembali tahta Pajang. Hal tersebut berarti behwa Pajang berada dibawah kekuasan Kerajaan Mataram.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

banditculun39 mengatakan...

Bandar Slot
Freebet
Panduan Judi Slot

Posting Komentar