Perlawanan Bangsa Indonesia Menentang Dominasi Asing

Perlawanan Sebelum Tahun 1800
Sultan Baabullah Menentang Portugis (Ternate)
Bangkitnya rakyat Ternate di bawah pimpinan Sultan Baabullah menentang Portugis, disebabkan karena tindakan bangsa Portugis yang sudah melampui batas. Terlebih lagi seteleh “kaki tangan” bangsa Portugis menikam Sultan Hairun hingga tewas, ketika memasuki benteng untuk merayakan perjanjian perdamaian yang disepakatinya.
Dipati Unus Menyerang Portugis di Malaka
Serangan kerajaan Demak ke Malaka dipimin oleh Dipati Unus (Putra Raden Patah) merupakan bukti kecemasan terhadap Portugis.
Panglima Fatahillah Menduduki Jawa Barat
Keeratan hubungan antara kerajaan Pajajaran dengan dengan bangsa Portugis membuat kerajaan Demak ingin menggagalkan hubungan itu. Kerajaan Demak mengirim pasukannya ke Jawa Barat di bawah pimpinan Fatahillah.
Sultan Iskandar Muda Menyerang Portugis
Sebelum Malaka jatuh ke tangan Portugis tahun 1511, wilayah bagian utara Sumatera menjadi bagian dari kekuasaan Malaka. Kerena rasa kekawatiran rakyat Malaka tehadap kegiatan-kegiatan Portugis, oleh karena itu kerajaan Aceh di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda mengirim pasukan untuk menyerang Portugis di Malaka, namun serangan itu mengalami kegagalan.
Sultan Agung Menyerang Belanda di Batavia
Sultan Agung raja terbesar Kerajaan Mataram, mempunyai cita-cita untuk menjadikan wilayah pulau Jawa sebagai daerah kakuasaan yang berundang-undang di bawah panji Kerajaan Mataram. Untuk mencapai cita-citanya itu, Sultan Agung harus dapat mengusir VOC dari Batavia.
Sultan Ageng Tirtayasa Menentang Belanda
Sultan Haji, anak angkat Sultan Ageng Tirtayasa ingin mengembalikantahta Kerajaan Banten ke tangannya, untuk itu Sultan Haji meminta bantuan VOC di Batavia. Atas batuan VOC, Sultan Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap dan dibawa ke Batavia. Sultan Haji berhasil menduduki tahta Kerajaan Banten yang sebagian wilayahnya diambil alih oleh VOC.
Sultan Hassanudin Menentang Belanda
Untuk memperkuat kekuasaan dagangnya, Sultan Hassanudin menduduki Sumbawa, sehingga jalur pelayaran perdagangan dapat dikuasainya. Penguasaan yang dilakukan Sultan Hassanudin itu dianggap sebagai perintah oleh Belanda dalam aktivitas perdagangannya.
Perlawanan sesudah Tahun 1800
Perlawanan Rakyat Maluku
Perlawanan-perlawanan yang dilakukan oleh rakyat di daerah Maluku mendapat dukungan dari berbagai kalangan seperti :
Perlawanan Sultan Nuku (Tidore) (1797-1885)
Dalam usaha mengusir Belanda, Sultan Nuku berhasil membina angkata perang dengan inti kekuatannya adalah armada yang terdiri 200 buah kapal perang dan 6000 orang pasukan.
Perlawanan Kapitan Pattimura
Dengan kegigihan rakyat Maluku di bawah pimpinan Kapitan Pattimura, akhirnya Benteng Duurstede jatuh ke tangan rakyat. Namun, pada akhirnya Kapitan Pattimura bersama beberapa orang temannya tertangkap dalam suatu pertempuran. Pada tanggal 16 Desember 1817 Kapitan Pattimura dan kawan seperjuangannya menjalani hukuman mati di tiang gantungan.
Perang Padri
Pada mulanya gerakan Perang Padri adalah suatu gerakan untuk memurnikan ajaran agama Islam di wilayah Sumatera Barat.
Sebab-sebab Perang Padri
Menurut ajaran Islam, masalah kekerabatan yang berhubungan dengan warisan sebenarnya harus bersifat patrilineal, sedangkan yang berlaku di Minagkabau adalah Matrilineal.
Jalannya Perang Padri
Menurut cerita rakyat setempat, raja diundang oleh Tuanku Pasaman ke Kota Tengah untuk diajak berunding. Tuanku Pasaman adalah seorang tokoh kaum Padri yang beraliran Radikal.
Perang Diponegoro
Golongan rakyat-rakyat jelata sangat membenci tindakan-tindakan yang dilakukan oleh bangsa Belanda, maka dari itu rakyat-rakyat jelata sangat mengaharapkan kedatangan seorang atu Adil yang dapat memimpin mereka dalam menghadapi Belanda.. dan beliau adalah Pangeran Diponegoro.
Latar Belakang Perang Diponegoro
Sebab-sebab Umum
· Kekuasaan Raja Mataram semakin kecil dan kewibawaannya mulai merosot.
· Kaum bangsawan merasa dikurangi penghasilannya, karena daerah-daerah yang dulu dibagi-bagikan kepada para bangsawan, kini diambil oleh pemerintah Belanda.
· Rakyat yang mempunyai beban seperti kerja rodi, pajak tanah dan sebagainya merasa tertindas.
Sebab-sebab Khusus
Sebab-sebab khusus terjadinya Perang Diponegoro adalah pembuatan jalan yang melalui makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegal Rejo.
Jalannya Perang Diponegoro
Pangeran Diponegoro (1785-1855) seorang putra bangsawan yang menentang kesewenang-wenangan Belanda. Ia bersama dengan para pengikutnya mengobarkan Perang Diponegoro atau biasa disebut juga dengan Perang Jawa. Perang ini berlangsung dari tahun 1825-1830.
Akhir Perang Diponegoro
Dengan tertangkapnya Pengeran Diponegoro, maka berakhirlah Perang Diponegoro dengan Belanda. Belanda mengakui bahwa Perang Diponegoro merupakan perang yang paling hebat, karena pihak Belanda banyak mengeluarkan biaya perang.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KEKUASAAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA

Perluasan Kekuasaan Kolonial di Indonesia
Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme
Kolonialisme
Pada umumnya Kolonialisme dan Imperialisme memiliki arti yang sama, yaitu penjajahan atau penguasaan terhadap suatu daerah dan suatu bangsa oleh bangsa lainnya. Kata “Koloni” berasal dari bahasa Latin, “Colonia” yang artinya tanah, tanah pemukiman atau jajahan. Dalam sejarah perkembangan koloni, politik colonial modern mulai tumbuh semaeak sejak abad ke-16. dalam abad ke-17 muncul bangsa Inggris, Perancis dan Belanda yang menguasai sebagian Amerika Utara, Hindia Barat, Hindia Muka (daerah Asia Selatan) dan Hindia Timur (Hindia Belanda). Sedangkan pada abad ke-19 merupakan puncak perkembangan kolonialisme, karena hampir seluruh wilayah kawasan banua Afrika dikuasai oleh bangsa-bangsa Barat (Eropa).
Bahkan pada abad ke-20 Jepang dan Amerika Serikat juga melaksanakan politik kolonialnya. Oleh karena itu, sejak awal muncul dan berkembangnya politik colonial yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Eropa memiliki tujuan yang sama, yaitu menguras sumber-sumber kekayaan daerah koloni demi perkembangan industri dan memenuhi kejayaan dari Negara-negara yang melaksanakan politik kolonial tersebut.
Imperialisme
Kata “Imperialisme” berasal dari kata “Imperator” yang artinya memerintah. Ada juga kata lain yang masih berhubungan dengan kata “Imperialisme” yakni “Imperium” yang dapat diartikan sebagai sebuah kerajaan besar dengan mamiliki daerah jajahan yang amat luas. Namun, dalam perkembangannya, Imperialisme muncul di Inggris pada masa berkembangnya industri modern.
Berdasarkan Waktu Munculnya
Berdasarkan waktu munculnya, Imperialisme dibedakan menjadi Imperialisme Kuno dan Imperialisme Modern. Tujuannya adalah mencapai kejayaan (Glory), memiliki kekayaan (Gold) dan menyebarkan agama (Gospel). Sedangkan Imperialisme modern berlangsung setelah Revolusi Industri. Munculnya Imperialisme modern disebabkan oleh keinginan Negara penjajah mengembangkan perekonomiannya.
Berdasarkan Tujuan Penguasaannya
Imperialisme Politik
Adalah upaya untuk menguasai seluruh kehidupan politik dari Negara lain.
Imperialisme Ekonomi
Adalah suatu upaya untuk dapat menguasai perekonomian Negara lain.
Imperialisme Kebudayaan
Adalah suatu upaya untuk menguasai mentalitas dan jiwa dari Negara lain.
Imperialisme Militer
Adalah suatu upaya untuk menguasai daerah-daerah dari Negara lain yang dianggap strategis dengan menggunakan kekuatan angkatan bersenjata.
Akibat Imperialisme dalam Bidang Politik dan Ekonomi
Negara Imperalis menjadi pusat kekayaan, sedang Negara jajahan terus bertambah miskin.
Akibat Imperialisme dalam bidang Sosial-Budaya
Kaum Imperalis dapat hidup mewah dan lebih maju, sedangkan rakyat jajahan hidup serba kekurangan dan semakin suram.
Hubungan Merkantilisme, Revolusi Industri dan Kapitalisme dengan
Perkembangan Kolonialisme Barat di Indonesia.
Merkantilisme dan Kapitalisme
Merkantilisme merupakan suatu kebijakan politik dan ekonomi dari Negara-negara Imperialis dengan tujuan menumpuk kekayaan berupa logam mulia sebanyakbanyaknya sebagai standard an ukuran kekayaan yang dimiliki, kesejahteraan dan kekuasaan Negara tersebut.
Revolusi Industri
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pada awal dan merupakan kumpulan dari berbagai penemuan serta pengalaman yang mendatangkan kekayaan dengan tiba-tiba.
Perkembangan Struktur Birokrasi, Sistem Pemerintahan dan Sistem Hukum pada
Masa Kolonial.
1. Struktur Birokrasi Kolonial
Salah satu akibat dari perluasan dan pemantapan kekuasaan Hindia Belanda (Pax Nederlandica) adalah perlunya tenaga-tenaga pribumi yang dapat mengerjakan beberapa keperluan administrasi pemerintahan.
2. Sistem Pemerintahan Kolonial
Pada system pemerintahan kolonial, pemerintahan dikendalikan oleh orang-orang Belanda dan para penguasa pribuminya atas dasar perintah dari Gubernur Jenderal.
3. Sistem Hukum Kolonial
Dalam pembentukan kitab Undang-Undang Hukum untuk kaum pribumi terdapat dua aliran. Pertama, hendak menundukkan orang-orang Indonesia kepada hukum Eropa. Kedua, membuat kitab Undang-Undang tersendiri untuk orang Indonesia.
Perluasan Aktivitas Ekonomi Pemerintah Kolonial dan Swasta Asing
Perkembangan Ekonomi Pemerintah Kolonial
Untuk mengatasi ekonomi Negara, pemerintah kolonial mencoba untuk menggali potensi Negara jajahan melalui pelaksanaan system tanam paksa (Romusha).
Perkembangan Ekonomi Swasta Asing
Perkembangan ekonomi dari golongan timur Asing cukup tinggi, karena mereka memiliki hubungan dekat dengan pemerintah kolonial.
Perkembangan Ekonomi Masyarakat di Berbagai Daerah
Ekonomi masyarakat di berbagai daerah sulit untuk berkembang kea rah kemajuan, kerana masyarakat tersebut hanya sebagai buruh atau tenaga kerja kasar dengan menerima upah yang sangat rendah. Sehingga dengan upah yang rendah itu sulit bagi mereka untuk mendapatkan kehidupan yang layak, apalagi meningkatkan kehidupan ekonominya.
Pengaruh Perkembangan Ekonomi
Perdagangan
Masyarakat pada masa itu tidak memiliki kesempatan untuk memperdagangkan hasil buminya, karena hasil bumi mereka terpaksa harus dijual kepada para pedagang-pedagang asing yang mendapat perlindungan pemerintah.
Pertanian dan Perikanan
Pada masa kolonial banyak masyarakat Indonesia bergerak dalam bidang pertanian dan perikanan. Namun, hasil pertanian dan perikanannya sering tidak dapat mereka nikmati karena dirampas oleh pemerintah kolonial Belanda.
Industri dan Infrastruktur
Banyak perusahaan asing di Indonesia yang terjun di bidang Industri ini dengan mendatangkan mesi-mesin produksi dan perlengkapan pengolahan bahan. Pemerintah kolonial Belanda juga membangun infrastruktur seperti irigasi, jalan raya dll demi menunjang kelancaran pengangkutan hasil-hasil perusahaan perkebunan dari daerah pendalaman ke daerah pantai atau pelabuhan-pelabuhan yang akan meneruskan ke dunia luar.
Taraf Hidup Masyarakat Indonesia
Selama bangsa Indonesia berada di bawah kakuasaan bangsa Asing, maka selama itu pula taraf kehidupan bangsa Indonesia di bawah garis kemiskinan dan kehidupan yang penuh dengan penderitaan.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perkembangan Ideologi dan Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia

Perkembangan nasionalisme di Indonesia mencapai titik kemajuan sejak berdirinya organisasi Budi Utomo tahun 1908. Jika kita memetakan perkembangan nasionalisme Indonesia sejak Budi Utomo hingga kemerdekaan, akan diperoleh karakteristik periode perkembangan sebagai berikut :
1.  Periode awal perkembangan. Pada periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia diwarnai dengan perjuangan untuk memperbaiki situasi sosial dan budaya. Beberapa organisasi dan gerakan yang muncul pada periode ini adalah Budi Utomo Sarekat dagang Indonesia, Sarekat Islam, dan Muhammadiyah.
2.  Periode Nasionalisme Politik. Dalam periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia telah  mulai menyinggung bidang politik untuk kemerdekaan Indonesia. Beberapa organisasi dan gerakan yang muncul pada periode ini adalah Indisce Partij dan Gerakan Pemuda.
3.   Periode Radikal. Dalam periode ini, gerakan nasionalisme di Indonesia ditunjukkan untuk mencapai kemerdekaan. Beberapa organisasi dan gerakan yang berkembang pada periode ini adalah perhimpunan Indonesia, PKI, dan PNI.
4.  Periode bertahan. Dalam periode ini gerakan nasionalisme di Indonesia lebih moderat dan penuh pertimbangan. Pada peride ini, di warnai dengan sikap pemerintah Belanda yang sangat reaktif sehingga organisasi-organisasi pergerakan lebih berorientasi Belanda, Beberapa organisasi dan gerakan yang berkembang dalam periode adalah Parindra, Gerindo, GAPI, dan Fraksi Nasional.
Budi Utomo
Organisasi Budi Utomo berdiri atas inisiatif Mas Ngabehi Wahidin Soedirohosoedo yang ingin meningkatkan martabat bangsanya melalui kegiatan pengajaran. Pada tahun 1906 ia bertemu dan berdiskusi dengan para pelajar STOVIA di Jakarta. Dari ide Wahidin Soedirohosoedo inilah, pada 20 Mei 1908, para pelajar STOVIA mendirikan perkumpulan yang diberi nama Budi Utomo. Soetmo dipilih sebagai ketuanya. Hari lahirnya Budi Utomo di peringati oleh bangsa Indonesia sebagai hari kebangkitan Nasional.
Sarekat Islam
Sarekat Islam awalnya bernama Serekat Dagang Islam yang didirikan oleh H. Samanhudi pada 1911 di Surakarta. Sarekat Dagang Islam mengalami perkembangan yang pesat setelah di pimpin Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Dalam sebuah pidatonya, H. O. s. Tjokroaminoto menegaskan bahwa tujuan SI adalah memperkuat basis ekonomi kaum pribumi agar mampu bersaing dan membebaskan ketergantungan ekonomi dari bangsa asing.
Muhammadiyah
Salah satu organisasi sosial Islam yang cukup penting di Indonesia adalah Muhammadiyah. Organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada 18 November 1912 oleh Kya Haji Ahmad Dahlan. Mulai tahun 1920, Muhammadiyah mulai meluaskan sayapnya ke daerah–daerah di pulau jawa. Pada tahun 1921, melebur lagi sampai ke luar jawa. Pada tahun 1927, cabang-cabang baru berdiri di Bengkulu, Banjarmasin, dan Amuntai, pada tahun 1929, cabang baru di bentuk di Aceh dan Ujung Pandang (Makasar). Kegiatan utama cabang-cabang itu adalah di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial. Antara tahun 1920 – 1925, Muhammadiyah giat mendirikan sekolah-sekolah pada tahun 1923, didirikan Majelis Pimpinan Pengajaran Muhammadiyah dengan ketua M. Joyosugito.
Indisce Partij
Organisasi yang mendukung gagasan revolusioner ini adalah Indische Partij. Organisasi ini berdiri pada 25 Desember 1912, pencetus organiasi ini ialah E.F.E. Douwes Dekker, yang juga terkenal dengan nama danuadirja setyabuddhin. Melalui karangan-karangannya di majah Het Tijdschrift dan De Express, ia melancarkan propagandanya mengenai program “Hindia” untuk setiap gerakan politik yang sehat. Tujuan propaganda tersebut adalah menyadarkan golongan Indo dan penduduk bumiputera bahwa masa deoan mereka sedang terancam dengan adanya bahaya eksploitasi kolonial. Douwes dekker mengadakan perjalanan propaganda ke pulau Jawa antara 15 September -3 Oktober 1912. dalam perjalannayanya tersebut ia bertemu dengan Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat. Ketiga tokoh ini atau lebih dikenal dengan sebuah “Tiga serangakai” kemudian sepakat bergabung dalam indische partij yang didirakn pada tanggal 25 Desember 1912.
Tujuan organisasi Indische Partij adalah membangun patriotisme semua “Indisce” terhadap tanah air yang telah memberi kehidupan pada mereka. Menjelang perayaan 100 Tahun kemerdekaan Belanda, Indisce Partij membentuk Komite yang dienal dengan nama “Komite Bumiputera” Komite itu bermaksud mengirimkan telegram kepada Ratu Belanda Tentang pencabutan pasal III RR (Reglement op het Beleidedder Regeering) tentang dibentuknya Majelis perwakilan rakyat yang Sejati dan ketegasan akan adanya kebebasan berpendapat di daerah jajahan. Selanjutnya, indische Partij bergenti nama partai Insulinde. Azasnya adalah “Membina semangat persatuan bangsa”. Seluruh anggotanya ditekankan untuk menyebut dirinya Indiers” (Orang lokal atau Indonesia). Pada tahun 1919, Insulinde berganti nama menjadi Nationaal indische Partij (NIP) dalam perkembangan, NIP tidak mempunyai pengaruh yang cukup terhadap rakyat Indonesia. Bahkan NIP hanyamerupakan perkumpulan orang-orangterpelajar.
Gerakan Pemuda
Salah satu aspek dari gerakan pemuda yang kecenderungan untuk bertolak dari suatu kerangka solidaritas yang lebih terbatas seperti Jawa, Sumatra, atau Sulawesi. Melalui pertemuan-pertemuan di asrama serta tulisan-tulisan di majalah dan surat kabar.
Partai Komunis Indonesia ( PKI )
Paham Marxisme masuk ke Indonesia di bawa oleh Sheeviletpada 1913. Ia lalu mendirikan ISDV dan melakukan kerja sama dengan organisasi yang telah lebih dulu ada , seperti SI . Dengan taktik intilitrasi, ISDV mampu mempengaruhi anggota SI pada akhirnya SI terpecah menjadi dua. Pada 23 Mei 1920, nama ISDV diubah menjadi Partai Komunis Hindia. Selanjutnya , pada Desember , Partai Komunis Hindia berubah menjadi Partai Komunis Indonesia ( PKI ). PKI. Semakin kuat dan berhasil menjadi salah satu pertai besar , dan merencanakan gerakan yang dikenal sebagai pemberontakan PKI 1926. Namun pemberontakan ini dapat di padamkan.
Perhimpunan Indonesia
Pada awal abad ke-20, banyak putra Indonesia yang mendapat kesempatan untuk belajar ke Belanda. Pemuda Indonesia di Belanda mendirikan organisasi yang bernama Indische Vereeniging. Azas dari organisasi ini adalah :
1. Indonesia ingin menentukan nasib sendiri;
2. Bangsa Indonesia mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri ;
3. Bangsa Indonesia harus bersatu melawan penjajah.
Pada tahun 1924, organisasi ini berbaganti menjadi Indonesische Vereeniging. Perubahan nama tersebut memiliki arti strategi yang menampilkan identitas bangsa Indonesia, sikap politik PI pun berubah dari kooperatif. PI tumbuh menjadi organisasi nasional dan anti kolonial. PI juga mengikuti banyak kegiatan yang dilakukan oleh organisasi international, kegiatan-kegiatan PI ternyata mendapat pengawasan dari pemerintah Belanda. Mereka di tuduh akan melakukan makar, tetapi vonis pengadilan membebaskan mereka. Dalam perkembangannya, para mahasiswa meminta para alumninya untuk kembali ke Indonesia dan mempengaruhi, bahkan mengambil alih kepemimpinan organisasi-organisasi pergerakan di Indonesia sehingga sejalan dengan ide-ide perjuangan Perhimpunan Indonesia.
Partai Nasional Indonesia
Pada 4 Juli 1927, atas inisiatif Algemeenestudie Club, diadakan rapat pendirian Perserikatan Nasional. Sasaran pokoknya adalah Indonesia merdeka. Sifat perjuangannya adalah nonkooperatif.
Ada dua macam cara yang dilakukan PNI untuk memperkuat diri dan memperbesar pengaruhnya dalam masyarakat. Pertama adalah ke dalam. Yakni mengadakan usaha kursuskursus, mendirikan sekolah-sekolah, bank-bank, dan sebagainya. Kedua adalah keluar, yakni mengadakan rapat-rapat umum dan menerbitkan surat kabar (Persatoean Indonesia di Jakarta dan Banteng Priangan di Bandung ). Pada April 1931, PNI dibubarkan. Beberapa anggotanya kemudian mendirikan pratindo(Partai Indonesia) pada 1Mei 1931 dengan ketuanya Sartono. NMUN, Moh.hatta yang tidak setuju dengan pembubaran PNI enggan bergabung dengan Pertindo. Moh. Hatta, Sultan Syahrir, dan kawan-kawan mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia.
Gerakan Wanita
Kondisi wanita pada awal abad ke -19 masih sangat terbelakang. Gerakan emansipasi wanita dipelopori oleh R.A. Kartini. Arti emansipasi adalah keinginan untuk mendapat persamaan hak dengan kaum laki-laki. Pada mulanya, gerakan mereka merupakan bagian dari organisasi lokal kedaerahan atau keagamaan. Namun, pada perkembangannya, tumbuh organisasi-organisasi perempuan yang berdiri sendiri. Organisasi wanita tidak hanya ada di jakarta dan kota besar di beberapa kota luar pulau jawa. Dalam perjalannya, organisasi wanita ini ada juga yang besifat non-kooperatif. Gagasan yang dimiliki oleh kaum wanita juga dituangkan dalam surat kabar dan majalah perempuan.
Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia
Dalam suatu rapat yang berlangsung di Bandung pada 17-18 Desember 1927, dicapai kesepakatan antara wakil-wakil dari PSI, BU, Pasundan, Jong Sumatranen Bond, Pemuda Betawi, dan kelompok studi Indonesia untuk membentuk federasi partai politik. Federasi itu bernama Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Partai Politik Indonesia (PPPKI). PPPKI mengadakan kongres 1 di Surabaya. Para wakil politik berharap bahwa kongres tersebut merupakan permulaan era baru bagi gerakan kebangsaan yang dibahas dalam kongres, antara lain mengenai masalah pendidikan nasional dan lain-lain.
Dalam kongres PPPKI kedua di Solo, 25 – 27 Desember 1929, benih perpecahan semakin terlihat, terutama perbedaan pandangan terhadap istilah “kebangsaan”. Hal ini disebabkan dengan istilah itu seolah-olah tergabung dalam PPPKI hanya golongan nasionalis. Sementara, menurut Soekano dan Tjokoaminoto, istilah “kebangsaan” bukan berarti nasionalis, melainkan nasional.
Kongres Pemuda
Kongres Pemuda berlangsung di Jakarta pada 30 April-2 Mei 1926. Kongres ini bertujuan membentuk badan sentral, memajukan paham persatuan kebangsaan,dan mempererat hubungan di antara semua perkumpulan pemuda kebangsaan. Kongres pemuda 1menerima dan mengakui cita-cita persatuan Indonesia.
Kongres Pemuda ke-2 diadakan pada 26-28 Oktober 1928. Kongres ini merupakan puncak integrasi ideologi nasional dan menjadi peristiwa nasional. Para peserta yang hadir mengucapkan sumpah setia Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa, Indonesia. Rumusan Sumpah Pemuda tidak lain adalah bentuk dari identitas nasional. Rumusan itu menjadi simbol persatuan dalam menggalang kekuatan untuk menghadapi kekuatan kolonial.
Parindra
Di Surabaya, terdapat sebuah kelompok studi Indonesia yang berperan dalam pergerakan nasional. Tujuan organisasi ini adalah penghapusan penderitaan rakyat melalui kegiatan ekonomi, sosial, dan Politik.Tahun 1930, kelompok ini berganti nama jadi persatuan Bangsa Indonesia dan pada 1932, bersama Budi Utomo, Serikat Celebes dan beberapa organisasi lain melebur dari menjadi Partai Indonesia Raya.
GAPI
Pada 21 Mei 1939, di jakarta, berhasil didirikan organisasi Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Keberhasilan ini diperoleh setelah diadakan pendekatan dan perundingan dengan partai-partai dan organisasi-osrganisasi. Anggaran Dasar GAPI menegaskan berdasarkan hak untuk menentukan diri sensiri persatuan nasional dari seluruh bangsa. Dalam kongres pertama pada 4Juli 1939, GAPI bersemboyan “Indonesia berpalemen” dan pada 1940, GAPI menuntut diadakannya perubahan ketatanegaraandi indoneisa. Dibentuklah komisi penyelidik untuk perubahan ketatanegaraan dikenal sebagai komisi Visman.Namun, tidak ada sambutan baik dari Volksraad atau GAPI. Untuk itu, dibentuk suatu panitia untuk menyusun bentuk dan susunan ketatanegaraan. Hasilnya dibacakan di Gedung Ruad Van Indie.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS